Tony Rosyid: Harlah PPP Rasa NU

    Tony Rosyid: Harlah PPP Rasa NU

    MALANG - Publik pasti keget, Harlah PPP diawali acaranya dengan Himne PPP dan Hubbul Wathan NU. Di tengah acara diselingi juga dengan Shalawat Nahdhiyah.

    Jika Ketua PBNU pernah bilang: "NU bersenyawa dengan PDIP", maka ini baru pada pada tingkat narasi. Tapi praktek senyawa itu justru terasa di acara Harlah PPP ke-49 di Pesantren Al-Hikam Malang hari ini.

    READ.CO.ID
    market.biz.id READ.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Acara Harlah PPP ini juga dihadiri oleh ketua PBNU K.H. Yahya Staquf, Sekjen PBNU Syaefullah Yusuf, juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indraparawansa yang notabene ketua Muslimat NU. Dengan hadirnya tiga tokoh elit struktural NU ini praktis menegaskan kesenyawaan antara PPP dan NU.

    Sebelumnya, Ketua PWNU Jawa Timur K.H. Marzuki Mustamar juga mengungkapkan agar di Setiap dapil Caleg PPP bisa duduk di parlemen. Ini, disadari atau tidak, merupakan bentuk dukungan yang transparan dan vulgar NU struktural kepada PPP. Bagaimanapun di dalam diri K.H. Marzuki Mustamar melekat identitas sebagai Rois Am.

    Pilihan Harlah PPP ke-49 di Pesantren Al-Hikam Jawa Timur bersamaan dengan Haul almarhum K.H. Hasyim Muzadi ke-5 merupakan langkah strategis. Jawa Timur adalah basis NU dengan jumlah pemilih 30 Juta. Ada 87 jumlah anggota DPR dapil Jawa Timur yang diperebutkan. 

    Dengan Harlah ke-49 yang dipilih harinya tepat di Haul K.H. Hasyim Muzadi dan lokasinya di Jawa Timur menjadi indikator bahwa PPP sedang menggarap secara serius warga Nahdliyin Jawa Timur. 

    JOURNALIST.ID
    market.biz.id JOURNALIST.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    "Jalan Pulang Menuju Ka'bah" merupakan tagline yang dipilih untuk Harlah kali ini mensiratkan pesan kepada Warga Nahdliyin agar kembali menghidupkan dan mendukung PPP. 

    Dari pilihan tempat, waktu dan rangkaian acara Harlah, serta tokoh-tokoh utama PBNU yang hadir, terasa sekali bahwa Harlah PPP kali ini betul-betul Harlah Rasa NU. Dan ini bisa menjadi pintu masuk yang cukup efektif bagi PPP untuk mempengaruhi dan mengambil banyak dukungan dari warga Nahdliyin. 

    ZONATANI.ID
    market.biz.id ZONATANI.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Malang, 27 Maret 2022

    Tony Rosyid

    NEWSRELEASE.CO.ID
    market.biz.id NEWSRELEASE.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

    PPP MALANG JATIM
    Publikkaltim.com

    Publikkaltim.com

    Artikel Sebelumnya

    Presiden Jokowi Jenguk Buya Syafii di Sleman

    Artikel Berikutnya

    Mulyanto Prihatin Cara Kerja Pemerintah...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Suferi verified

    Agung widodo

    Agung widodo verified

    Postingan Bulan ini: 5

    Postingan Tahun ini: 50

    Registered: Apr 8, 2021

    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono verified

    Postingan Bulan ini: 2

    Postingan Tahun ini: 17

    Registered: Jul 17, 2020

    Lukman Hakim

    Lukman Hakim verified

    Postingan Bulan ini: 1

    Postingan Tahun ini: 5

    Registered: Jul 10, 2020

    Mulyadi Umar.

    Mulyadi Umar.

    Postingan Bulan ini: 1

    Postingan Tahun ini: 4

    Registered: Jun 15, 2022

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Audiensi Pewarna Indonesia Bersama Dewan Pers Upaya Menjaga Kualitas Jurnalis yang Handal dan Terpercaya
    Pendiri KAMIJO Ucapkan Turut Berduka Cita Atas  Wafatnya Almarhum Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo 
    Nusantara Center Bakal Usung Erick Thohir Jadi Capres 2024 
    Dinilai Tak Mampu Bayar Hutang Rp 20 Miliar,  Kreditor Gugat 3 Perusahaan di PN Jakarta

    Rekomendasi

    Ombudsman RI Temukan 3 Maladministrasi Dalam Pelayanan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan
    Tokoh Papua Asal Biak: Mayoritas Masyarakat Papua Dukung Pemekaran
    Dihadapan Presiden Jokowi, Kapolri Ungkap Makna Dibalik Tema HUT Bhayangkara ke-76 
    Indonesia Akan Punya 3 Provinsi Baru, Tokoh Papua: Semoga Masyarakat Papua Lebih Leluasa
    Kepala Pusat Riset Pemerintah Dalam Negeri BRIN Harap Pemekaran Wilayah di Papua Jadi Solusi Mengatasi Konflik

    Ikuti Kami